Pernyataan masalah
Indonesia sedang membangun kapasitas riset antariksa, misalnya Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter [10][11]. Namun kesempatan pelajar untuk benar-benar memahami tata surya masih timpang: literasi sains yang rendah, fasilitas astronomi publik yang terbatas, dan akses internet yang belum merata. NEXITA mencoba menjawabnya dengan teknologi web yang ringan, bisa dibuka siapa saja, dan dirancang inklusif.